Kasus Buletin

Beberapa jam lalu saya diminta membuat buletin mirip yang biasa dibagi - bagikan ketika jumatan. Buletin ini rencananya untuk dibagi - bagikan ke warga masyarakat tempat KKN salah seorang teman saya yang kuliah di salah satu Universitas swasta yang bergenre Agama di Yogyakarta.

Dengan Copy - Paste dari blog - blog bergenre agama, Dalam 30 menit tiga lembar buletin siap difotokopi pun jadi.

Kasus Buku Adsense

Ceritanya tentang seorang kandidat Master dari Ilmu Komputer UGM yang membuat sebuah buku tentang Google Adsense berjudul “Google AdSense: Mudah Meraih Dolar di Internet” terbitan MediaKom (Januari 2008). Dibuku itu ditemukan beberapa materi yang 100% adalah hasil Copy - Paste dari blog cosaaranda.com tanpa permisi.

Cerita ini juga lagi rame - ramenya didiskusikan di forum adsense-sby. Silahkan meluncur ke Thread yang ini.

Copy - Paste : memudahkan pekerjaan Vs Memudahkan Rejeki

Sebenarnya melakukan Copy - Paste artikel - artikel di blog adalah hal yang lumrah selagi tujuan kita melakukan copy - paste untuk memudahkan pekerjaan untuk kepentingan Non Komersil. seperti pada kasus buletin diatas. Akan menjadi tidak lumrah apabila copy - paste yang dilakukan tujuannya untuk memudahkan rejeki. Apalagi materi yang dicopy - paste adalah materi - materi yang memang sengaja di gratiskan untuk orang banyak seperti pada kasus buku adsense. Hal ini bisa membuat si penulis asli akan berpikir lagi untuk membagi - bagikan ilmunya secara gratis.

Makin berilmu makin tidak tau diri

Pada kasus buletin, orang yang melakukan copy - paste adalah seorang mahasiswa yang lagi KKN. Dengan niat tulus berbagi ilmu - ilmu agama yang ada di blog untuk membangun masyarakat pedesaan maka dia pun melakukan copy - paste.

Bukankah itu sesuatu yang mulia ???

Bandingkan dengan kasus buku adsense, Orang yang melakukan copy - paste adalah seorang kandidat master dari salah satu perguruan tinggi terbesar bahkan tertua di Indonesia. Dengan niat untuk mendapatkan royalti sebagai penulis buku maka dia pun melakukan copy - paste. Padahal materi - materi yang di copy - paste adalah materi - materi yang boleh di copy - paste hanya untuk kepentingan Non Komersil bukan untuk dijual.

Ketika diminta pertanggung jawabannya dengan melakukan permohonan maaf lewat media massa, Eh malah minta maaf di Iklan baris.

simak saja pernyataan dari mas cosa setelah tau permintaan maaf yang ditujukan padanya hanya lewat iklan baris

lg bingung mo komentar apa

*biasanya* orang nulis permintaan maaf di koran itu munculnya semacam kotak (besar kecilnya tergantung isinya) di halaman 2 ato 3. Itu pun isinya detil, masalahnya apa, salahnya apa, si pemohon maaf siapa, bla bla bla

Lah ini, udah di iklan baris, nama buku gak disebutin, nama orangnya juga gak jelas…

Kesannya kok justru tambah melecehkan…

Bukankah itu namanya tidak tau diri ????

……. ah bikin malu saja ya ……..